Berjalan dari tempat mu….

Salam tinta dari meja jurutera ke meja dakwah.
   Manusia mana yang tidak pernah terkena fitnah dan bahana dunia sehingga kesilapan menjadi bara dalam dendam manusia lain. Itulah lumrah kehidupan.
Seorang bijak bestari ada mengatakan:

“Perjalanan (bermusafir) itu menghilangkan pelbagai kesedihan.”

Al-Hafiz Ar-Ramhurmuzi dalam bukunya ‘Al-Muhdatsu Al-Faadhil’ menjelaskan beberapa faedah perjalanan yang bertujuan menuntut ilmu dan kenikmatan yang dapat diperolehi darinya. Buku itu ditulis sebagai bantahan ke atas orang yang tidak suka melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu, bahkan mencelanya. Ia berkata sebagai berikut:

“Seandainya orang yang mencela mereka yang suka mengembara (untuk menuntut ilmu) mengetahui betapa nikmatnya pengembaraan tersebut, betapa besarnya semangat yang dirasakannya ketika meninggalkan tanah kelahirannya, dan kenikmatan yang dirasakan oleh semua anggota tubuhnya pada saat memanfaatkan seluruh kesempatannya untuk melihat tempat yang baru dan rumah yang baru, pada saat melihat dusun-dusun kecil, pada saat melihat kebun-kebun dan tanah-tanah yang lapang, pada saat mengenal bentuk muka baru, pada saat melihat keajaiban pelbagai negeri, pada saat melihat perbezaan bahasa dan kulit, pada saat istirehat dibawah bayangan dinding-dinding dan kebun, pada saat makan di dalam masjid, minum dilembah-lembah, dan tidur dimanapun saat malam tiba pada saat berteman dengan siapa saja yang dicintainya kerana Allah s.w.t tanpa memandang lagi faktor kerabat dan keluarga ketika segala bentuk kepura-puraan ditinggalkan dan ketika semua kegembiraan itu sampai ke dalam hatinya kerana sudah dekat dengan apa yang dia inginkan kerana tercapainya maksud yang dia dambakan, kerana kejayaannya menembusi majlis yang dia dambakan, dan kerana kemampuannya menakluki semua rintangan.”

Semua ini memberikan pelajaran kepadanya bahawa kenikmatan dunia ini terhimpun dalam keindahan semua peristiwa itu, dalam kemanisan pemandangan itu, dan kemampuan mengambil semua faedah yang ada. Semua itu bagi orang yang gemar mengadakan perjalanan, nilainya jauh lebih indah dari bunga-bunga yang sedang mekar pada musim bunga, dan lebih berharga dari segudang emas murni, yang tidak boleh dirasakan oleh si tukang cela itu dan orang-orang yang memiliki pandangan sepertinya.

Singkir semua tanda dari kumpulan manusia
yang membuat engkau terhina
Jauhi pula kehinaan
sebab kehinaan memang seharusnya dijauhi

Sabda Rarulullah s.a.w:

“Sesungguhnya Allah s.w.t itu bila menyukai suatu kaum, maka Dia akan menurunkan cubaan kepada mereka. Barangsiapa yang redha dengan ujian itu, maka keredhaan Allah s.w.t baginya, dan barangsiapa yang membenci, maka kebencian pula yang akan dia terima.”

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang yang hampir sedarjat dengan mereka, kemudian yang lebih rendah lagi dan seterusnya. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Semakin kuat imannya, maka semakin berat pula ujiannya. Semakin nipis imannya, maka semakin ringan pula ujiannya. Seorang hamba tidak akan terlepas dari ujian-ujian hingga Allah s.w.t membiarkan hamba itu berjalan di muka bumi tanpa dosa.”

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu! Semua urusannya mengandungi kebaikan baginya dan perkara ini tidak berlaku bagi seorang pun, kecuali seorang mukmin. Jika mendapat kebaikan dia bersyukur, maka itu menjadi satu kebaikan untuknya. Dan jika ditimpa musibah dia bersabar, maka itu juga menjadi satu kebaikan untuknya.”

“Ketahuilah bahawa seandainya seluruh umat manusia itu berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu berupa sesuatu, nescaya mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kepadamu selain berupa sesuatu yang telah ditetapkan Allah s.w.t bagimu. Dan, seandainya mereka semua berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, nescaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang ditetapkan Allah s.w.t ke atas mu.”

“Orang-orang soleh itu diberi ujian (yang berat) oleh Allah s.w.t kemudian orang yang hampir sedarjat dengan mereka, kemudian yang lebih rendah lagi dan seterusnya.”

“Orang mukmin itu bagaikan pohon yang kuat, yang tahan ditiup angin ke kanan dan ke kiri.”

Pengajaran:
1. Bermusafir boleh dijadikan salah satu cara untuk memuhasabah diri serta mengembalikan motivasi dalam diri.
2. Berjalanlah dimuka bumi Allah ini dengan niat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya tentang kejadian-kejadian yang Allah s.w.t ciptakan. 

3. Rasailah kenikmatan pada setiap kejadian Allah pada setiap saat masa walau dimana dan bagaimana sekalipun ia terjadi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: