Menangis kerana pujukan Allah……

Bismillah,

  Dengan Nama Allah swt yang Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui. Syukur kepada Allah kerana memberi nikmat yang tidak putus-putus malah nikmat ini cukup indah apabila di  kecap dan amat manis apabila di rasa. Subhanallah. Hati mana yang tidak tersentuh apabila nikmat ini di beri oleh Tuhan yang mencipta langit dan bumi di kala manusia yang sebelum ini di samping,berdamping malah sanggup berjuang bersama-sama tetapi lari dan jauh kerana kesilapan dan salah langkah hamba yang kerdil ini.

     Benarlah,Allah swt itu Maha Pemurah. Di kala orang lain jauh tetapi Allah swt mendekatkan diri Nya dengan hamba Nya itu. Hamba Nya di riba dengan zat dan di tiup angin kesabaran walaupun kepahitan dan kepedihan fitnah membalut kehidupan tetapi aib itu di jaga rapi Allah dengan balutan kesabaran. Benarlah,sabar itu indah buah nya.

    Menangislah kerana tangisan itu tanda kita punyai hati dan punyai nikmat untuk bertaubat. Menurut Imam Al-Qurthuby bahwa menangis yang itu adalah menangis yang terpuji. Hamba itu menangis sebagai pertanda (penunjuk) kelembutan hatinya.

   

Semakin lembut hati yang kita miliki maka semakin tinggilah kedudukan kita sebagai hamba Allah.

Di dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Sa’ad bin Abi Waqqaas disebutkan bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda :

Menangislah ! Apabila kamu tidak bisa menangis maka buat-buatlah untuk dapat menangis !” [H.R. Ibnu majah]

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa ketika terjadi gerhana matahari maka Rasulullah menunaikan sholat gerhana. Rasulullah melamakan berdiri, ruku’ dan sujud, dan ketika bersujud Rasulullah menangis. (lihat hadits riwayat An-nasa’i dalam bab gerhana matahari).

Dalam hadits yang lain diriwayatkan bahwa seorang sahabat mendekati Rasulullah yang sedang sholat dan mendengar suara gemuruh dari dada baginda disebabkan karena menangis. (H.R. Abu Daud).

      Menangislah kerana tangisan yang datang dari lubuk hati adalah tangisan yang di kurniakan oleh Allah swt. Allah mengizinkan kita untuk menangis kerana hasil kesilapan kita membuktikan kita adalah hamba Nya . Tidak ramai manusia yang bisa menangis dan di luar sana berapa ramai manusia yang hati nya keras dengan dendam,iri hati,hasad malahan membuka aib-aib sesama sendiri. Ini membuktikan manusia itu lemah dari segi “berhadapan dengan Allah” . Manusia seperti ini tidak jauh dari manusia yang bersifat duniawi.

    Dalam tafsir Al-Qurthuby disebutkan riwayat dari Abu Hurairah RA bahwa ketika turun ayat yang ke-60 dari surah An-Najm berkatalah Ahlus-Suffah (mereka yang senantiasa beribadah di Masjid Nabawi) : “Innaa lillaahi wa Innaa ilaihi Raaji’uun”, kemudian mereka menangis sehingga air mata mereka membasahi pipi mereka.

Ketika Rasulullah mendengar tangisan mereka maka Rasulullahpun menangis dan diikuti pula oleh para sahabat yang lainnya, lalu Rasulullah bersabda :

Tidak akan masuk api neraka siapa yang menangis karena takut kepada Allah”

Seorang Tabi’in berkata : “siapa diberi ilmu dan tidak membuatnya menangis maka lebih baik baginya untuk tidak diberi ilmu, kerana Allah telah menerangkan bahwa sifat orang yang berilmu itu adalah menangis”. (Riwayat Ad-Daraami)

Berarti urutannya ;

ilmu akan mengantarkan seseorang untuk beriman, dan iman pula akan membuat hati seseorang itu menjadi lembut, dan hati yang lembut akan membuat seseorang itu mudah menangis.

Jadi, menangis adalah sebagai tanda kelembutan hati. Jadilah tangan itu adalah tangisan taubat. Tangisan yang membuat si kerdil makin dekat dengan Si Pencipta dan tangisan yang hitam hati nya dapat di putihkan hanya kerana terkena bias-bias air mata suci tangisan si hamba itu.

       Ingatlah pesanan ini….Jagalah hati kita dari hasad dan dendam. Hati ini adalah gedung segala kebaikan dan hati ini juga adalah pintu segala kejahatan jika ia tidak di jaga rapi . Hasad adalah bibit-biat yang bisa melemahkan kekuatan Islam dan dengki mampu melumpuhkan ukhuwah yang terbina suci. Ingat,jauhilah perkara keji dan berhati-hati dengna hati. Usah gambarkan si pemakai tudung labuh,si kupiah lilit adalah maksum tetapi di nilai adalah hati. hati yang di sapu dengan ilmu wahyu akan selamat dan di jaga rapi kerana rahsia-rahsia Allah itu maha indah dan Maha luas tetapi bersyarat untuk di kecapi. InsyaAllah

Wallahu a’lam bis shawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: