Senyumlah hati pada dunia

Allah swt berfirman

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, bila ia mendapat kebaikan dia menjadi kikir.” (QS Al-Ma’arij)

Sudah pasti ujian itu adalah kayu ukur bagi manusia yang beriman pada tuhan langit dan alam. Ujian untuk manusia dekat dengan pencipta dan ujian itu jua lah yang membuat hati yang kosong akan penuh dengan pengisian iman dan kerinduan pada ilahi.doa

Allah swt bukan zalim malahan Allah adalah tuhan yang adil kerana keadilan itulah membuat hamba yang menolak Allah terus dapat menelan biji padi ciptaan Allah dan udara yang Allah hijab kan dari pandangan manusia dapat terus di sedut untuk menyambung hayat manusia.

Kita mungkin berkata,kenapa tuhan biarkan aku terus merana ? mungkin kita lupa bahawa Allah memanggil kita untuk bertemu Allah seketika di kala kita lalai dari bertemu Allah.

Benar kata Allah swt sewaktu mencipta Malaikat Jibril A.s ,selepas Jibril solat sunat 2rakaat selama 20,ooo tahun lama nya kerana bersyukurnya Jibril atas ciptaan nya di mana Allah swt berfirman

” Wahai Jibril,kamu sudah menyembah aku dengan ibadat yang bersungguh-sungguh dan tidak ada seorang pun yang beribadat seperti mu ,akan tetapi di akhir zaman nanti akan ada seorang nabi yang mulia paling aku cintai,mana nya Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa mengerjakan solat dua rakaat dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kekurangan,fikiran mereka melayang dan dosa mereka pun besar juga.

Demi kemuliaan ku,sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai kerana mereka mengerjakan solat atas perintah Ku. sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahku”

Ujian itu adalah jalan rahsia Allah swt.

Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS Al-Mulk)

Ya Allah, musibah datang silih berganti, sangat cepat. Belum sempat kami menghitung jarak hari dari satu musibah ke musibah lainnya. Belum sempat kami memahami apa yang terjadi. Kami takut Kau marah, seperti terhadap kaum Nabi Nuh, yang ingkar dan menyekutukan-Mu.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.’ (QS Hud: 25-26)

Ya Allah, kami yang bodoh dan hina ini tidak ingin berprasangka buruk, tak ingin lagi bertanya, apakah segala bencana ini tanda cinta atau kemurkaan-Mu? Bantulah kami memahami semua yang terjadi dan hentikan ketakutan kami. Cukuplah kaum Nabi Nuh as, kaum Nabi Luth as merasakan kepedihan karena ingkar, jangan lagi timpakan kepada kami bencana. Cukupkan ya Allah, cukupkan sampai di sini.

Ya, Allah … telah begitu banyak kesesatan terjadi dan sebagian dari kami melihatnya sebagai suatu yang biasa. Bahkan, bencana yang bertubi-tubi inipun tak membuat kami benar-benar sadar dan mengubah tingkah laku kami. Kami lebih suka berdebat termasuk tentang berbagai bencana ini, apakah atas kehendak-MU atau gejala alam biasa , kami lebih suka mencari-cari penyebab dan saling menyalahkan, padahal semua yang terjadi ada dalam firman-MU. Kami lupa kembali pada firman-firman suci itu. Kami merasa mengetahui semuanya, berkehendak atas semuanya. Kami merasa kematian tidak pernah datang tiba-tiba, tapi mengikuti keinginan dan khayalan kami.

Jangan jadikan kami kaum Nabi Nuh. Orang-orang kaya, bangsawan, dan terpandang mengusir orang lemah, orang-orang miskin, atas nama persamaan dan menantang kekuasaan-MU. Jangan biarkan kami menyekutukan-MU, membiarkan kami melambai-lambai perahu Nuh yang menjauh dalam arus air bah yang semakin besar.

One response to this post.

  1. Firman Allah:
    “Katakanlah (Muhammad), tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” At Taubah: 51

    Rahsia Allah cukup rahsia…
    ditabirnya takdir kejadian dengan cukup teliti…
    sehinggakan tak terjangkau apa lagi yang Allah akan turunkan setelah ini…

    satu yang Allah ingin sampaikan dari semua ini…
    ‘kita hanya hamba’..
    setinggi manapun kita mampu naiki tangga dalam dunia ini…sehebat manapun ciptaan yang pada kita mampu mengalahkan dan menghancurkan semua yang ada…namun..kita tetap kerdil…

    musibah yang datang..pasti terlihat indah bagi orang-orang yang memahami…hanya kebergantungan Allah diharapkan tika diri xberupaya menghalagi apa yg berlaku..di samping berusaha mencari jalannya..We can’t direct the wind but we can adjust our sail.

    “Allah melapangkan bagi mu supaya engkau tidak selalu dalam kesempitan dan Allah menyempitkan bagi mu supaya engkau tidak hanyut dalam kelapangan, dan Allah melepaskan engkau dari keduanya, supaya engkau tidak bergantung kepada sesuatu selain Allah”_bicara muqqarabin..

    Allah test us often..not to punish us…’he’ want to help us meet tomorrow..provided we are patient..we always want sunshine..but..’he’ knows there’s must be rain, so…whenever u are down or u feel everything is going wrong..it is just Allah’s way..to make our spirit strong…insyaAllah…
    ~also for me..

    moga terus thabat dan bersemangat…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: